Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi Sejarah yang Tak Lekang Oleh Waktu

Share

Hallo rauners, kali ini kita akan explore DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Salah satu destinasi wisata indoor yang menarik adalah Museum Benteng Vredeburg. Hal ini cocok untuk para rauners yang suka explorasi wisata sejarah. Lokasi Museum Benteng ini strategis, berada di seberang Gedung Istana Republik Indonesia (gedung ini masih berdiri kokoh, gedung ini adalah gesung Istana RI saat Yogyakarta menjadi ibu kota tahun 1946 – 1949), berada di dekat km 0 Yogyakarta, dekat dengan Alun-Alun Utara yang menjadi halaman utara dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, hanya tinggal menyusuri jalan Malioboro para wisatawan bisa mengunjungi museum ini sebelum menyeberang ke arah keraton. Apabila berkunjung ke Yogya sayang sekali jika dilewatkan wisata yang satu ini. Benteng ini berada di Jalan Ahmad Yani No. 6, Yogyakarta. Disekitar Museum Vredeburg dikelilingi berbagai objek wisata lainnya, seperti Taman Pintar, Taman Budaya, Taman Sari, Alun-Alun Utara dan Keraton, Pasar Beringharjo, dan lainnya.

Sejarah singkat Museum ini dibangun sekitar tahun 1760-an dibangun menghadap barat dengan nama awalnya Benteng Rustenburg kemudian diganti dengan nama yang sekarang ini, Benteng Vredeburg yang bermakna kedamaian. Tujuan pembangunan benteng untuk menjaga stabilitas dan keamanan. Awalnya Benteng ini milik kesultanan namun atas kepentingan VOC maka berpindah tangan. Dahulunya digunakan sebagai benteng pertahanan jika sewaktu-waktu terjadi pemberontakan dari kesultanan. Gaya bangunan benteng ini klasik eropa, yang didesain oleh arsitek yang bernama Frans Haak. Sekarang benteng ini dijadikan museum untuk menjaga asset-aset peninggalan sejarah.

Benteng Vredeburg memiliki denah berbentuk persegi dengan pintu gerbang utama bergaya klasik eropa dan terdapat jembatan untuk memasuki gerbang utama benteng. Benteng dikelilingi parit yang digunakan untuk menahan musuh tetapi sekarang dijadikan sebagai saluran drainase. Sampai sekarang masih dijumpai bastion atau bangunan dengan nama Jayapurusa (timur laut), Jayawisesa (barat laut), Jayaprayitna (tenggara), dan Jayaprokosaningprang (barat daya), bagian dalam terdapat Pengapit Selatan dan Utara.

Jika teman-teman berkunjung kesana disuguhkan beberapa atribut benteng diantaranya : Perpustakaan, Ruang Pertunjukan, Ruang Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Pertemuan, Audio Visual & Ruang Belajar Kelompok, Hotspot gratis, Pemandu, Ruang Tamu, Mushola, dan Kamar mandi. Ruang pertunjukan atau diorama menggambarkan koleksi benda-benda bersejarah, lukisan, foto, miniatur perjuangan dari sebelum proklamasi kemerdekaan sampai masa orde baru. Tiket masuknya murah guys, untuk dewasa Rp. 2.000,- dan untuk anak-anak Rp.1000,-.

Denah Museum Benteng Vredebug Yogyakarta

Foto : www.kebudayaankemdikbud.go.id

Gerbang Depan Bergaya Klasik Eropa

Foto : www.indonesiakaya.com

Arsitektur Bangunan

Foto : www.indonesiakaya.com

Halaman Benteng

Terdapat orientasi petunjuk ruangan, patung-patung , meriam, miniature tugu jogya, halaman hijau yang luas dan lainnya. Asyik untuk selfi dan berpose ria.

Gambaran Umum Ruang Diorama

Masih banyak lagi contoh-contoh peninggalan sejarah yang terdapat di Museum ini yang menggambarkan untaian peristiwa sejarah dengan berbagai cara baik itu visual, audio, miniature, dokumentasi cetak ataupun digital dalam bentuk 2D, 3D, atau 4D. Tentu saja, tidak hanya sekedar mengisahkan tetapi juga pelajaran edukasi, penyimpanan sejarah Indonesia buat anak cucu kita nanti.

Okay, sekian dulu ya guys, see you next trip …

 

 

One thought on “Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Wisata Edukasi Sejarah yang Tak Lekang Oleh Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *