Water Castle, Tamansari Yogyakarta, Taman Indah Kesultanan Tempo Dulu

Share

Hallo rauners, kali ini kita kan mengupas keindahan salah satu objek wisata terpopuler di Yogyakarta, yaitu Tamansari. Tamansari berlokasi tidak jauh dari Keraton dan alun-alun Yogyakarta yang berjarak sekitar 1 km dari Kraton Yogyakarta. Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit apalagi pada musim liburan ataupun weekend. Selain keunikan peninggalan bagunan istana kesultanan juga menjadi salah satu spot berfoto ria. Wisatawan yang berkunjung tidaj hanya dari wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga tertarik akan keindahan taman ini. Tamansari memiliki luas sekitar 10 Ha tetapi didalamnya sudah terdapat perkambungan, yaitu kampung Cyber. Jika teman-teman berkunjung kesini sudah disambut oleh para tour guide yang siap memandu teman-teman agar tidak tersesat saking luasnya. Tiket masuknya relative murah dan buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai sore. Berikut ini merupakan deskripsi dan kutipan langsung tentang Tamansari yang bersumber  dari Eka Hadiyanta, Ign., Menguak Keagungan Tamansari, Sumber Aksara Yogyakarta, 2012.

Sejarah Tamansari Ngayogyakarta

Tamansari merupakan salah satu bangunan bersejarah Keraton Yogyakarta, yang memiliki arti “Taman yang Indah”. Didirikan oleh Sultan Hamengku Buwana I pada tahun 1758 M, taman ini menjadi tempat rekreasi dan kolam pemandian atau disebut pula pesanggrahan bagi Sultan Yogyakarta dan keluarganya. Tamansari dibangun sebagai lambing kejayaan Raja Mataram. Tamansari sering disebut sebagai Istana Air (water castle) memiliki nilai arsitektur dan keunikan pada lekukan bangunan dan air yang terisi dikolam. Istana air yang dikelilingi segaran atau danau buatan dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja di tanam di pulau buatan di sekitarnya, lokasi tamansari terletak 500 meter arah barat daya keraton.

Fungsi Tamansari sebagai tempat pertahanan dan perlindungan, tempat religious, dan tempat pesiar atau rekreasi. Kompleks Taman Sari dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu danau buatan yang terletak di sebelah barat, bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun, Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua, dan bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Bangunan Tamansari terdiri dari 21 objek wisata antara lain :

1.Gedong Gapura Hageng

Gapura ini menghubungkan antara halaman segi delapan pertama (paseban) dengan halaman segi delapan kedua (Gedong Lopak-Lopak). Merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya.

2.Gedong Lopak-Lopak

Bangunan Lopak-lopak terletak di tengah-tengah halaman segi delapan kedua. Dahulu berfungsi sebagai tempat mempersiapkan keperluan bagi raja dan kerabat keraton untuk perjamuan buah-buahan ketika sedang berada di Tamansari.

3.Pasiraman Umbul Binangun

Di kompleks Pasiraman Umbul Binangun terdapat tiga kolam, yaitu Umbul Muncar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun serta dua bangunan. Kolam pemandian area ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putri-putri raja), Umbul Pamuncar (Kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (Kolam untuk Raja).

Foto : www.mahatour.com

 

Foto : www.kaskus.id

4. Gedong Sekawan

Disebut dengan nama Gedong Sekawan, karena gedong tersebut berjumlah empat (Jawa : sekawan) bangunan, masing-masing berbentuk empat persegi panjang berukuran 5,5 x 6,5 m dan tinggi keseluruhan 5 m. Dimasing-masing depan pintu terdapat trap setengah lingkaran dan selasar di sekeliling gedong.

 

Foto : www.kaskus.id

5.Gedong Gapura Panggung

Gedong Gapura Panggung ini melambangkan tahun dibangunnya Tamansari yaitu tahun 1684 (sekitar tahun 1758 M). Merupakan pintu masuk utama bagi wisatawan untuk memasuki komples situs Pesanggrahan Tamansari.

Foto : www.wikipedia.com

6.Gedong Temanten

Bangunan tersebut dahulu sebagai salah satu tempat tiket jaga (pecaosan) abdi dalem. Jumlah bangunan tersebut ada dua buah di kiri dan kanan jalan (simetris). Nama temanten kemungkinan terkait dengan keberadaan gedong tersebut yang jumlahnya dua buah simetris seperti halnya “sepasang temanten”

7.Gedong Pangunjukan

Banguan tersebut dahulu sebagai tempat untuk mempersiapkan minuman bagi abdi dalem. Jumlah bangunan tersebut dua buah di kiri dan kanan jalan menuju Gapura Panggung, jadi satu pasang (simetris) sama dengan Gedong Temanten.

8.Gerbang Kenari

Gerbang Kenari dahulu merupakan pintu belakang di Pesanggrahan Tamansari. Kondisi saat ini merupakan pintu depan utama untuk memasuki kawasan Tamansari. Gerbang tersebut merupakan satu kesatuan dengan pagar yang membujur arah utara selatan di Jl. Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton.

9.Gerbang Taman Umbulsari (Gapura Umbulsari)

Gapura tersebut merupakan pintu gerbang menuju ke lingkungan Gedong Ledoksari, Gedong Blawong, Taman Umbulsari, dan sekitarnya. Letaknya segaris lurus dengan Gedong Malang di sebelah timur dan Gedong Blawong di sebelah barat, sekarang pintu gapura tersebut di bagian timur tertuup tembok bata sebuah bangunan baru, yaitu bangunan sekolah.

10.Pasarean Ledoksari

Dahulu bangunan tersebut tempat peraduan Sri Sultan dan Garwa (istri). Bentuk atap bangunan tersebut model kampung dengan plesteran motif sirap. Ada tiga gugusan bangunan. Keberadaan bangunan Gedong Pasarean ini terpisah dengan bangunan lainnya, sebagai penghubung terdapat fasilitas bangunan pendukung di kiri-kanannya. Untuk memasuki komplek ini terdapat dua pintu, yaitu selatan dari arah Gedong Blawong dan barat dari Gedong Madaran.

11.Gedong Madaran

Gedong ini dahulu merupakan dapur atau tempat untuk mempersiapkan konsumsi atau memasak bagiSri Sultan beserta istri dan kerabatnya ketika berada di Tamansari. Indikasi sebagai dapur ditunjukkan dengan adanya cerobong asap dari pasangan bata berplaster yang terdapat di ruang sisi timur laut dan beberapa struktur menyerupai meja. Letak bangunannya di sebelah tenggara Gedong Carik dan barat Ledoksari. Bangunan Gedong Madaran dibagi menjadi enam ruangan yang masing-masing dihubungkan dengan pintu dan dilengkapi dengan jendela. Struktur dinding gedong sisi utara menyatu dengan pagar yang membujur dari arah Gedong Carik.

12.Pasiraman Umbul Sari

Bangunan tersebut merupakan pasriraman yang letaknya satu lingkup dengan Pasarean Ledoksari. Letaknya di sebelah selatan Gedong Blawong, untuk menuju pasiraman dari gedong tersebut dihubungkan sebuah jalan berplester.

13.Gedong Blawong

Dahulu merupakan gedong yang dipakai untuk mempersiapkan makan bagi Sri Sultan beserta istri dan kerabatnya pada saat berada di Pasarean Ledoksari. Letak gedong tersebut di sebelah Pasarean Ledoksari.

14.Gedong Garjiwati

Gedong ini dahulu merupakan tempat para abdi dalem ketika sedang melaksanakan tugas-tugasnya melayani Sri Sultan di lingkungan Pasarean Ledoksari. Bangunan Gedong Garjitawati terletak di sebelah utara kolam atau pasiraman.

15.Gedong Carik

Dahulu gedong tersebut berfungsi menjalankan kegiatan kesekretariatan dan kepentingan birokrasi kraton. Terutama pada saat Sri Sultan sedang berada di Tamansari. Gedong tersebut juga merupakan sebuah gerbang untuk memasuki Pasarean Ledoksari dan Gedong Madaran.

16.Pongangan atau Dermaga Peksi Beri (Pongangan Barat)

Dahulu berfungsi sebagai dermaga atau tempat perahu berlabuh, terutama untuk Sri Sultan dan kerabatnya. Penamaan bangunan tersebut dikaitkan dengan adanya hiasan manuk beri di atas atap pongangan. Bangunan berdenah empat persegi panjang, bagian utara terdapat ruang terbuka berpagar sebagai tempat pemberhentian perahu.

17.Pongangan Timur

Fungsi Pongangan tersebut sama seperti Pongangan Peksi Beri, yaitu sebagai tempat berlabuh perahu atau dermaga, khusus untuk perahu-perahu abdi dalem yang berada di Tamansari. Letak bangunan di pagar Segaran sisi selatan sebelah timur gerbang menuju urung-urung (Jalan bawah tanah).

18.Gerbang Sumur Gemuling

Pintu untuk menuju ke Sumur Gemuling ada dua yaitu timur dan barat. Pintu bagian sebelah barat sudah runtuh, sehingga untuk masuk ke tempat tersebut lewat timur (sebelah barat Pulo Kenanga).

19.Sumur Gemuling

Dahulu bangunan ini sebagai tempat ibadah atau kepentingan religious, hal itu ditunjukkan di bagian tersebut terdapat semacam mihrab atau tempat pengimaman. Bangunan Sumur Gemuling berbentuk bulat atau lingkaran berlantai dua.

20.Pulo Panembung (Sumur Gumantung)

Berfungsi sebagai tempat semedi atau kontemplasi bagi Sri Sultan. Hal itu tentunya sesuai namanya, yaitu Panembung yang berasal dari kata “tembung” atau “nembung”, sehingga mempunyai arti sebagai tempatuntuk memohon kepada Yang Maha Kuasa (nyenyuwun sihing Gusti ingkang Murbeng Rat). Letaknya di tengah-tengah Pulo Kenanga dan Margi Inggil di pagar Segaran sisi selatan.

21.Pulo Kenanga

Pulo Kenanga merupakan bangunan tertinggi dibanding dengan bangunan di sekitarnya. Gedong Pulo Kenanga berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan beberapa kegiatan seni, antara lain tari dan tempat untuk kerajinan batik, dll. Bagian atas gedong sebagai tempat untuk melihat panorama sekitar kompleks Pesanggrahan Tamansari dan sekitar Kraton. Nama “Kenanga” terkait dengan keberadaan bunga kenanga yang berada di sekitar halaman gedong tersebut.

Salah satu tempat yang paling penting di Tamansari yang dibangun, yaitu tempat tidur Sultan (pajungutan dalem). Pendirian bangunan tempat tidur tersebut pada tahun 1761 M dengan sangkalan pujining brahmana ngobahake pajungutan. Pembangunan bagian-bagian bangunan inti lainnya dan gapura-gapura dapat diselesaikan beberapa tahun kemudian, 1965 M. Setelah selesai pembangunan tersebut di tandai dengan sengkalan lajering sekar sinesep peksi, yaitu “burung yang sedang menghisap sekuntum bunga”, hiasan tersebut terdapat di beberapa dinding bangunan dan gapura.

Kampung cyber

“Kampoeng Cyber RT 36 Taman adalah sebuah perkampungan padat penduduk terletak di tengah kota Yogyakarta, berdampingan dengan obyek wisata pemandian Taman Sari. Penduduk mayoritas bekerja di sektor informal dan berlatar belakang pendidikan menengah, dengan jumlah penduduk 142 jiwa, terdiri dari 43 Kepala Keluarga.  Secara mandiri membangun wawasan pengembangan wilayah dan sumber daya manusia melalui teknologi informasi.” (http://rt36kampoengcyber.com/)

Foto : www.visualjalanan.org

Di kampung Cyber ini kita bisa menambah wawasan dengan berkeliling kampung wisata dengan berbagai macam aneka kerajinan tangan, seni lukis, batik, dan lainnya.

Oke sekian dulu ya guys.. See you next trip….

2 thoughts on “Water Castle, Tamansari Yogyakarta, Taman Indah Kesultanan Tempo Dulu

    • tidak ada aturan resmi ka’, hanya saja sudah semestinya kita harus menjaga tingkah laku, sopan santun saat disana kaka”, karna wisata ini termasuk wisata sejarah yang masih berhubungan dengan keraton Jogyakarta,semoga menambah informasi ya ka”, terimakasih telah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *